Jumat, 20 April 2012

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

Solferino adalah kota kecil yang terletak di daerah dataran rendah paling utara Italia. pada tanggal 24 Juni 1859 terjadi pertempuran dahsyat antara prajurit Italia dan prajurit Perancis di daerah tersebut yang melibatkan 320.000 prajurit. Pertempuran ini menyebabkan 36.000 orang tewas dan terluka dalam medan pertempuran.



Hendry Dunant, seorang pengusaha berkebangsaan Swiss dalam rencana perjalanan bisnisnya hendak menemui kaisar Perancis Napoleon III, menyaksikan akibat pertempuran tersebut. Beliau kemudian mengumpulkan orang-orang dari desa sekitarnya, merawat prajurit yang terluka, tanpa melihat darimana dia berasal.

Setelah perang selesai Hendry Dunant kembali ke Jenawa, Swiss dan menuliskan pengalamannya di Solferino dalam sebuah buku yang berjudul "Kenangan Solferino" (A Memory Of Solferino) yang terbit pada November 1862

Pada tanggal 17 Februari 1863, Hendry Dunant membentuk Komite Internasional Palang Merah  (ICRC - International Commite Of The Red Cross). Terdiri dari yaitu :
  • Hendry Dunant
  • Gustave Moynier
  • Dr. Louis Appia
  • Dr. Theodore Maunoi
  • Jendral Guillame Hendri Dufour

"Kenangan Solferino" (A Memory Of Solferino) mengandung 2 gagasan penting, yaitu :
  • Untuk mendirikan perhimpunan bantuan disetiap negara yang terdiri dari sukarelawan untuk merawat orang yang terluka pada waktu perang
  • Untuk mempromosikan kesepakatan internasional guna melindungi prajurit yang terluka dalam medan perang dan orang-orang yang merawatnya serta memberikan status netral pada mereka

Pada konferensi internasional 1863, Gagasan Hendry Dunant menjadi kenyataan. Pada waktu itu mereka disebut Komite Nasional tetapi kemudian dikenal sebagai perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Adapun Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional terdiri dari 3 komponen, yaitu :
  • Komite Internasional Palang Merah
  • Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
  • Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Perhimpunan Nasional Bulan Sabit Merah

Konferensi Internasional berperan untuk :
  • Memutuskan masalah penting yang berhubungan dengan hukum dan doktrin
  • Menguji masalah yang bersifat umum
  • Mengadaptasi resolusi
  • Memberikan mandat pada IRRC dan Federasi

Konferensi Internasional diselenggarakan selama 4 tahun sekali dan diikuti oleh komponen-komponen gerakan, serta utusan negara-negara peserta agung Jenawa. Tujuannya memelihara keutuhan gerakan sesuai prinsip dasar, memelihara dan mengembangkan hukum perikemanusiaan.

Didalam gerakan terdapat 2 badan yang amat penting yaitu :
  • Standing Commision / Komite Tetap
  • Council Of Delegate / Dewan Delegasi

Komponen Gerakan terdiri dari :

1. Komite Internasional Palang Merah / Internasional Commite Of The Red Cross (ICRC).
    ICRC beranggotakan 15-25 orang yang semuanya warga negara Swiss. Kegiatan ICRC
    antara lain :
  • Memberikan bantuan kepada yang terluka, sakit / personil militer dari kapal karam
  • Mengunjungi tawanan perang
  • Menjamin usulan dengan menawarkan jasanya kepada pihak-pihak yang bertikai dengan tujuan melakukan operasi bantuan

 2. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah /
     Internasional  Federation Of The Red Cross and Red Crescent (IFRC). Pada
     tanggal 5 Mei  1919 terbentuk Liga Perhimpunan Palang Merah. Pada tahun
     1991 nama Liga berubah menjadi Federasi Internasional Perhimpunan Palang
     Merah dan Bulan Sabit Merah. Kegiatan IFRC antara lain :
  • Penanggulangan Bencana
  • Kesiagaan Bantuan Bencana

3. Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah adalah organisasi
    kemanusiaan yang ada di tiap Negara penandatangan Konvensi Jenawa. Masing-masing
    negara hanya memiliki satu perhimpunan nasional di negaranya. Kegiatan Perhimpunan
    Nasional antara lain :
  • Kesiapan dalam bencana / konflik
  • Pertolongan pertama
  • Donor darah / pencarian donor
  • Kesehatan masyarakat
  • Bantuan bagi orang tua / cacat
  • Perawatan keluarga
  • Program pembinaan generasi muda


Lambang Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Sebelum lambang gerakan diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran setidaknya di Eropa, mengenal tanda pengenal sendiri. Austria misalnya menggunakan bendera putih, perancis bendera merah atau spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang berbeda-beda yang digunakan menimbulkan akibat yang strategis, contohnya walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari personil medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal lawan mereka.

Lambang Palang Merah
Tahun 1964, Konvensi Jenewa, yaitu sebuah konvensi Internasional yang pertama, resmi mengakui Palang Merah diatas dasar Putih sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada Konvensi Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap konvensi Jenewa tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang Merah tersebut sebagai penghormatan terhadap Negara Swiss.


Lambang Bulan Sabit Merah
Tahun 1876 saat Balkan dilanda perang, sejumlah pekerja social yang tertangkap oleh Ottoman dibunuh semata-mata karena mereka memakai ban lengan dengan gambar Palang Merah. Ketika pemerintah Turki diminta menjelaskan mengenai hal ini, mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk palang / salib, dan mengajukan agar Perhimpunan Nasional dan pelayanan medis militer mereka diperbolehkan untuk menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah.

Gagasan ini perlahan mulai diterima, memperoleh semacam pengesahan dalam bentuk “reservasi” dan akhirnya secara resmi diadopsi dalam konvensi tahun 1929, bersamaan dengan Singa dan Matahari Merah diatas dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran).

Lambang Kristal Merah
Tahun 2006 Lambang Kristal Merah Diatas dasar putih juga diadopsi menjadi alternative apabila di suatu Negara terjadi konflik bersenjata / perang atau bencana, maka Negara yang badan kepalangmerahannya menggunakan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah dapat sementara menggunakan lambang Kristal Merah diatas dasar putih secara bersama-sama.


Fungsi Lambang hanya dapat digunakan dalam dua fungsi, yaitu :
  • Sebagai Tanda Perlindungan, yaitu ketika konflik atau perang atau bencana terjadi. Fungsinya, untuk memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan, dan benda seperti kendaraan dan gedung adalah milik gerakan, sehingga harus dilindungi.
  • Sebagai Tanda Pengenal, lambang dikenakan pada masa damai, yaitu pada saat terjadi konflik atau perang atau bencana. Gunanya adalah sebagai tanda identitas bahwa seseorang adalah anggota Gerakan, dan benda seperti kendaraan dan gedung adalah milik gerakan.

0 komentar:

Poskan Komentar